SILAMPARI BERITA | Ada Untuk Mengabarkan

‎Kecelakaan Maut Jalinsum Diduga Karena Jalan Berlubang, KAMMI Sumsel: Gubernur Jangan Tutup Mata


MURATARA — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Sumatera Selatan menyampaikan keprihatinan mendalam atas kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Bus ALS rute Jakarta–Medan dengan truk tangki BBM di wilayah Musi Rawas Utara (Muratara). Peristiwa tragis ini diduga terjadi akibat sopir bus berupaya menghindari kondisi jalan yang rusak parah.
‎Dimas Supriyanto selaku Ketua Umum KAMMI Sumsel menilai, insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan cerminan nyata dari buruknya infrastruktur jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat, khususnya di wilayah yang jauh dari ibu kota. Kondisi jalan yang tidak layak pakai telah berulang kali menjadi ancaman keselamatan bagi pengguna jalan, namun belum mendapatkan perhatian serius dan berkelanjutan dari pemerintah.
‎“Kami mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menjamin kelayakan akses jalan bagi masyarakat. Jalan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi menyangkut keselamatan nyawa manusia. Jika ini terus diabaikan, maka tragedi serupa hanya tinggal menunggu waktu untuk terulang kembali,” ujar Dimas.
‎Sementara, Bima Bagaskara selaku Sekretaris Jenderal KAMMI Sumsel menekankan pentingnya kehadiran langsung pemimpin daerah dalam melihat kondisi riil di lapangan. Dalam hal ini, KAMMI mendesak Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, untuk tidak hanya mengandalkan laporan administratif atau pemantauan dari udara, tetapi turun langsung ke daerah-daerah yang mengalami kerusakan infrastruktur.
‎“Kami meminta Gubernur Sumsel untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat, melihat langsung kondisi jalan yang rusak, merasakan apa yang dirasakan rakyat, jangan tutup mata. Jangan hanya memantau dari helikopter, karena realitas di bawah seringkali jauh berbeda dari apa yang terlihat dari atas,” tegas Bima.
‎KAMMI Sumsel juga mendesak pemerintah provinsi dan pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya jalur-jalur vital yang menjadi akses utama transportasi antar daerah. Perbaikan infrastruktur harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar proyek musiman tanpa pengawasan berkelanjutan.
‎Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan publik, KAMMI Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengawal kebijakan pembangunan infrastruktur agar tepat sasaran dan tidak mengorbankan kepentingan rakyat.
‎“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Jangan biarkan jalan rusak menjadi pembunuh yang dibiarkan,” tutupnya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama