SILAMPARI BERITA | Ada Untuk Mengabarkan

‎Gubernur Sumsel Klaim Jalan Mulus 90%, KAMMI Sumsel Sindir Gubernur Melihat dari Helikopter


PALEMBANG — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Sumatera Selatan menanggapi pernyataan Gubernur Herman Deru yang mengklaim bahwa kondisi jalan di Sumatera Selatan telah 90 persen mulus dan layak dilalui.
‎KAMMI Sumsel menilai klaim tersebut jauh dari kondisi nyata yang dirasakan masyarakat di lapangan. Bahkan, KAMMI menyindir bahwa pernyataan itu seolah lahir dari pandangan “melihat dari helikopter”, bukan dari kondisi riil jalan yang setiap hari dilalui masyarakat.
‎Kepala Bidang Kebijakan Publik KAMMI Wilayah Sumatera Selatan, Resam Suyen, mengatakan bahwa masih banyak ruas jalan di berbagai daerah yang mengalami kerusakan serius dan membahayakan pengguna jalan.
‎“Kalau melihatnya dari helikopter mungkin memang tampak mulus. Tapi masyarakat merasakan langsung bagaimana jalan berlubang, rusak, dan minim perhatian itu setiap hari,” ujar Resam dalam keterangannya. (08/05/26)
‎Menurutnya, pemerintah seharusnya turun langsung melihat kondisi infrastruktur hingga ke daerah pelosok, bukan hanya berfokus pada jalan protokol atau kawasan perkotaan.
‎KAMMI Sumsel menyebut banyak keluhan masyarakat datang dari wilayah Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Empat Lawang, hingga beberapa titik jalur lintas Sumatera yang dinilai masih jauh dari kata layak.
‎“Jangan sampai data statistik dijadikan alat pencitraan, sementara masyarakat masih mempertaruhkan keselamatan ketika melintas di jalan yang rusak,” katanya.
‎Sementara, Sekretaris Bidang Kebijakan Publik, Hamzah Nangwa menegaskan bahwa kritik yang disampaikan KAMMI merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan pemerataan pembangunan infrastruktur di Sumatera Selatan.
‎Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan lebih terbuka terhadap kritik publik dan tidak menutup mata terhadap kondisi jalan di daerah yang belum tersentuh pembangunan secara maksimal.
‎“Infrastruktur itu bukan hanya soal angka capaian. Yang paling penting adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan manfaat dan keamanan dari pembangunan tersebut,” tutup Hamzah.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama