Peristiwa Berdarah Antar Besan di Musi Rawas, Satu Meninggal Dunia


MUSI RAWAS - Retak sudah hubungan besan antara keluarga Herman alias Manda (47) dengan keluarga Masuri (54), lantaran terjadi peristiwa berdarah antar dua keluarga itu.

Dimana korbannya adalah Manda, hilang nyawanya setelah ditikam oleh pelaku Masuri di bagian leher dan perut menggunakan pisau. Manda tewas ditangan besaannya itu di rumahnya sendiri di Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Sedangkan pelaku Masuri yang juga warga Pasar Muara Beliti, berhasil ditangkap polisi di Dusun Talang Gunung Desa Simpang Beliti, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada Minggu (24/12) sekira pukul 13.00 WIB.

Dijelaskan Kapolres Musi Rawas, AKBP Danu Agus Purnomo melalui Kasat Reskrim, AKP Herman Juanidi pada Minggu (24/12) sekira pukul 19.30 WIB, pelaku berhasil ditangkap setelah tim gabungan terdiri dari Tim Landak Satreskrim Polres Mura, Unit Reskrim Polsek Muara Beliti dan Unit Reskrim Polsek Padang Ulak Tanding (PUT) mengetahui keberadaan pelaku.

Pelaku cukup lihai dan lincah, karena sempat bersembunyi di rumah keluarganya di Desa Megang Sakti III, Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Mura.

Kemudian pelaku sembunyi di Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Namun saat itu setelah ditelusuri polisi hasilnya nihil.

Selain itu, pelaku juga melarikan diri ke Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong, hingga ke medan pegunungan dan perkebunan.

Polisi pun terus melakukan pengejaran ke TKP, namun ternyata pelaku hanya mampir hingga berangkat kabur ke Dusun Talang Gunung Desa Simpang Beliti.

"Berkat kerjas keras Tim Landak Satreskrim Polres Mura, Unit Reskrim Polsek Muara Beliti dan Unit Reskrim Polsek PUT, berhasil menangkap pelaku Masuri tanpa perlawanan," kata Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku dibekuk bermula saat polisi mendapatkan informasi keberadaan pelaku pada sekira pukul 17.00 WIB, Sabtu (23/12).

Selanjutnya, Kasat Reskrim bersama Tim Landak dan Reskrim Polsek Muara Beliti langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku, yang bersembunyi di rumah keluarganya di Desa Megang Sakti III, Kecamatan Megang Sakti.

Setelah dilakukan penggerebegan saat itu, ternyata pelaku tidak ada lagi di rumah tersebut, hanya singgah dari pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Kemungkian kabur ke tempat keluarganya di Curup Kabupaten Rejang Lebong.

Kemudian dilanjutkan pengejaran ke tempat keluarganya di Kelurahan Air Bang Kecamatan Curup Tengah, Kabupaten Rejang Lebong, namun hasilnya nihil.

Dari hasil penyelidikan, pelaku melarikan diri ke Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong,, kemudian polisi langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku, namun kehilangan jejak dikarenakan medan pegunungan dan perkebunan.

Selanjutnya, kembali melakukan penyelidikan dan didapat informasi keberadaan pelaku di Dusun Talang Gunung Desa Simpang Beliti.

"Setiba di lokasi ternyata benar, anggota langsung gerak cepat dan melakukan penangkapan, sehingga dengan mudah pelaku berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan," jelasnya.

Lebih lanjut, kronologis kejadian bermula saat RI yang merupakan menantu dari korban (Herman) mendatangi rumah korban, bersama dengan kakak perempuannya WI, dengan maksud mengajak istri dan anak dari RI kembali ke rumahnya karena habis melahirkan di rumah mertuanya selaku korban.

Sesampainya di rumah korban, RI tidak dibolehkan oleh korban untuk mengambil anaknya, karena anaknya yang baru lahir berumur enam hari dan korban meminta RI untuk sabar dulu membawa anaknya tersebut.

Namun RI langsung marah, langsung meninju dan menerjang kaki mertuanya sehingga membuat korban terjatuh. Saat terjatuh, korban langsung mengambil sebilah pisau yang berada di dekatnya dan langsung menusuk perut RI satu kali.

Melihat hal tersebut, WI langsung melerai dan menarik adiknya RI untuk pulang ke rumahnya.

Sesampainya dirumah, WI melaporkan kepada ibunya EI dan kakak perempuannya YI, bahwa adiknya telah ditusuk oleh mertuanya (korban) di bagian bawah dada sebelah kanan.

Mendegar kejadian yang menimpa anaknya itu, EI pingsan dan tak sadarkan diri. Kemudian YI langsung menelpon ayahnya Herman (tersangka), yang sedang mengambil buah petai di daerah Rompok Gegas, bahwa RI telah di tusuk oleh korban dengan menggunakan pisau dan mengenai bawah dada RI.

Mendengar itu, pelaku tidak terima dan langsung emosi, sehingga mendatangi rumah korban dengan membawa sebilah pisau.

Sesampainya di rumah korban, saat korban sedang duduk di ruang tamu, pelaku langsung menusuk ke arah leher korban dan perut korban, sehingga korban langsung terjatuh di lantai ruang tamu dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Akibat kejadian itu, keluarga korban melaporkan ke Polres Musi Rawas guna proses sesuai hukum berlaku.

"Selain pelaku, anggota menyita barang bukti berupa sebilah sarung pisau kulit berwarna cokelat, satu buah celana pendek tanpa merk berwarna cokelat motif segitiga dan bulat, satu buah handphone merk Realme warna biru," tutupnya.

(Rls/Gpz)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama