Universitas Bina Darma Palembang Didemo Mahasiswanya Sendiri, Pertanyakan Sengketa Aset


PLEMBANG - Puluhan massa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Bina Darma Palembang melakukan aksi demonstrasi di kampusnya sendiri, lantaran mulai gerah dengan pemberitaan permasalahan yang terjadi di Yayasan, masalah sengketa asset di kampus Bina Darma yang dinilai adanya indikasi untuk dijadikan milik pribadi, Jum'at (17/11).

Koordinator Aksi, Bogi, dalam orasinya mengatakan secara bukti dokumentasi bahkan saksi membuktikan asset Bina Darma Palembang adalah milik Yayasan, yang pembeliannya dibayarkan menggunakan uang Yayasan dari SPP mahasiswa.

Menurutnya, pihak Yayasan, Rektorat dan pihak yang bersengketa harus memikirkan nasib mahasiswa dan kegiatan belajar mengajar serta dahulukan kepentingan mahasiswa, karena ada hak mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan yang nyaman.

"Hal ini sebenarnya terjadi perselisihan antara keluarga yang salah satunya berambisi untuk memiliki asset secara pribadi, sedangkan secara fakta asset milik Yayasan. Jangan sampai ambisi untuk memiliki asset secara pribadi, mengorbankan nasib mahasiswa dan akademik," ujarnya.

Lebih lanjut Bogi menuturkan, aksi damai yang dilakukan mahasiswa adalah bentuk kepedulian terhadap nasib kampus Bina Darma Palembang.

"Sebenarnya sudah sangat lama untuk melakukan aksi ini. Tapi mahasiswa masih berpikir positif bahwa pihak yang bersengketa akan memikirkan mahasiswa. Setelah kita mengetahui putusan Pengadilan Negeri beberapa waktu lalu dan  mencari tau sumber-sumber lainnya, ternyata ada indikasi kuat kampus akan dimiliki secara pribadi tanpa memikirkan nasib mahasiswa, juga berimbas pada nasib dosen dan karyawan," paparnya.

Ia bersama massa mahasiswa berjanji, akan mengawal dan mengikuti perkembangan perkara sengketa asset di Bina Darma Palembang itu.

"Kami melakukan aksi damai karena sangat peduli dengan Yayasan bahkan peduli akan nasib mahasiswa. Dan kita semua tau, terkait kasus sengketa asset yang terjadi sudah lama, bahkan awal-awal muncul ke permukaan di awal tahun 2021. Kami sebenarnya selama ini bukan diam, tapi kami memperhatikan dan mengikuti perkembangan, karena menyangkut masa depan kami di Bina Darma Palembang," ungkapnya.

Adapun tuntutan massa mahasiswa adalah :

1. Meminta pihak Rektorat untuk memberikan penjelasan dan taransparansi terkait permasalahan yang sebenarnya terjadi di Universitas Bina Darma Palembang.
2. Upaya apa saja yang telah dilakukan oleh pihak kampus terkait permasalahan tersebut, mengingat hal itu akan merugikan banyak pihak thususnya mahasiswa Bina Darma Palembang itu sendiri.
3. Meminta pihak Rektorat untuk segera melakukan usaha-usaha yang diperlukan untuk membantu dan menyelesaikan permasalah tersebut, mengingat dan menimbang hal itu akan berdampak merugikan banyak orang, hususnya mahasiswa Bina Darma Palembang.
4. Apabila dalam waktu 3x24 jam tuntutan tidak ditindak lanjuti, maka mahasiswa akan melakukan aksi kembali sampai tuntutan diterima dan dilakukan.

"Kami berharap pihak Rektor mau menemui kami atau kami diizinkan untuk bertemu dan menyampaikan tuntutan kami," kata Bogi.

Setelah aksi dilakukan kurang lebih satu jam, perwakilan kampus menemui massa aksi serta memberikan kesempatan sebanyak 5 orang perwakilan menemui Rektor untuk mediasi.

Dalam mediasi, Rektor Bina Darma Palembang, Sunda, berjanji akan segera memberikan update perkembangan kasus  secepatnya kepada mahasiswa terkait tuntutannya.

"Tuntutan mahasiswa sebenarnya sudah dijawab semua, karena saat ini  sedang dalam proses secara detail, tidak bisa saya jelaskan karena akan lebih baik bila lawyer kami yang menyampaikan. Terimakasih kepada kalian semua yang telah peduli terhadap kampus kita," ujar Rektor.

(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama