Dualisme Kepemimpinan LMP Berakhir Mubeslub, Adek Terpilih Sebagai Ketua Umum


JAKARTA - Dualisme di tubuh Laskar Merah Putih (LMP) berkahir dengan Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) yang diinisiasi oleh Dewan Pendiri, dilaksanakan pada Minggu (01/10) di Jakarta.

Dimana selama ini ada dua kepimpinan di LMP Pusat pada organisasi yang sudah sangat eksis dengan ribuan anggotanya itu. Dua pemimpin tersebut adalah Adek Erfil Manurung dan Arsan Canu.

Pada Mubeslub yang dihadiri oleh Dewan Pendiri, Ketua Markas Daerah seluruh Indonesia, Pengurus Mabes LMP dan perwakilan Kemenkumham itu, Adek Erfil Manurung secara resmi terpilih sebagai Ketua Umum LMP Pusat periode 2023-2025.

Dikatakan Adek, Mubeslub tersebut dilakukan guna memastikan LMP tetap solid dan tidak terpecah belah. Dengan demikian, tidak ada lagi dualisme dan mengembalikan marwah organisasi yang dipimpin seorang Ketua yang mempunyai legitimasi dan sah secara AD/ADRT.

"Bersama sekjen dan pengurus terpilih, LMP akan tetap berkembang dan besar, tetap bersinergi kepada pemerintah dan TNI/Polri.
Dan kita harus percaya diri, LMP saat ini hanya ada satu dan dan memilik legalitas yang sah dari pemerintah, setelah Arsan Canu diberhentikan oleh dewan pendiri. Dan kita tidak usah takut, karena yakinlah, kita LMP akan semakin jaya jaya jaya," ujar Adek saat memberikan kata sambutan.

Pada kesempatan sama, Ketua LMP Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Kosasih, mengapresiasi atas terselenggaranya Mubeslub tersebut, karena hal itu sangat penting dalam menjalankan roda organisasi.

Ia menegaskan, tidak ada dualisme di LMP Sumsel, jika ada yang mengatasnamakan LMP yang lain maka akan diselesaikan secara undang-undang organisasi.

"Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya Mubeslub ini. LMP Sumsel akan siap menjalankan roda organisasi dengan baik, serta menjalankan instruksi Ketua Umum dan patuh pada AD/ADRT organisasi," tutup Alex.

(Rls/Gpz)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama