Muskot NPCI Dinilai Tidak Transparan, Atlit Disabilitas Protes


LUBUKLINGGAU - Pemilihan Ketua Atlet National Paralympic Commite Indonesi (NPCI) Lubuklinggau diprotes para atltet. Lantaran Musyawarah Kota (Muskot) yang wacananya dilaksanakan pada 6 Juli 2023 ini, dinilai lamban, tidak ada kesiapan dan tidak transparan dari panitia pelaksana yang ditunjuk Ketua NPCI sebelumnya (non aktif).

Diketahui, Ketua NPCI Lubuklinggau sebelumnya adalah Agus. Ia menjabat Ketua NPCI Lubuklinggau periode 2018-2023, yang jabatannya berkahir pada 1 Juli 2023 lalu.

Seyogyanya, panitia dibentuk melalui musyawarah bukan ditunjuk oleh ketua periode sebelumnya.

Bahkan, hingga kini Selasa (04/07) undangan musyawarah belum diterima atlet disabilitas yang mempunyai hak suara dalam musyawarah bersama NPCI Lubuklinggau.

Dikatakan salah satu atlet disabilitas, Sahroni, adanya ketidaktransparanan panitia dalam persiapan Muskot yang akan datang menjadi pertanyaan, karena banyak yang tidak tau siapa saja yang akan maju dalam pemilihan Ketua NPCI Lubuklinggau periode 2023-2028.

Lebih lagi, lanjut Sahroni, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan belum disosialisasikan dan disampaikan kepada para atlet disabilitas.

"NPCI adalah organisasi pembina atlet penyandang disabilitas di Indonesia, tempat para disabilitas menyalurkan bakat dibidang olahraga. Besar harapan kami para atlit disabilitas di organisasi ini, sudah seharusnya di Muskot nanti tepilih ketua yang transparan. Paling tidak yang jadi ketua nanti minimal berdomisili di Lubuklinggau dan memahami betul pembinaan atlet sesuai AD/ART," ujarnya.

Sementara, perwakilan pelatih cabang olahraga (cabor), menilai pengurus yang lama kurang terbuka, karena dalam persiapan Muskot dan pemilihan ketua yang baru pihaknya tidak dilibatkan.

"Sharusnya kami diajak rapat, karena di struktur ini kami pengurus," ungkapnya.

(Gpz)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama