Oknum Kepala BPKAD Lubuklinggau Ajak Wartawan 'Betujah'


LUBUKLINGGAU - Ancaman terhadap wartawan nampaknya kembali terulang. Kali ini menimpa Firman wartawan media online Tayang Viral.

Diceritakan Firman, ia diajak betujah (saling tujah) oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Lubuklinggau Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Jum'at (03/02).

Peristiwa itu terjadi saat ia hendak mewawancarai terkait dana tak terduga di BPKAD Kota Lubuklinggau dengan total keseluruhan anggaran Rp2,9 milyar.

"Bermula saat hendak menggali informasi, mengenai sistem pengelolaan anggaran negara yang dikucurkan melalui BPKAD Kota Lubuklinggau," ujar Firman, Minggu (05/02).

Saat itu, ia hendak mewawancarai Kepala BPKAD, namun tiba-tiba dirinya langsung disodorkan foto oleh Kepala BPKAD yang ia sendiri tidak mengetahui itu foto siapa.

"Apa maksud tujuan Kepala BPKAD itu?," ungkapnya bingung.

Kemudian, Kepala BPKAD menyodorkan dua bilah pisau yang dikeluarkan dari lemari di samping kirinya berdiri, lalu diletakan diatas meja dinasnya. Kepala BPKAD menurut Firman lantas mengucapkan bahwa pisau-pisau itu memang telah disiapkan.

"Saya sudah janji bertemu di ruangannya. Setelah masuk keruangan Kepala BPKAD sekira Pukul 14.59 Wib, seketika itu pula Kepala BPKAD mara-marah dan mengancam dengan mengambil dua bilah pisau di lemari sampingnya, lalu diletakkan diatas meja dinas  sembari mengajak saya betujah," urainya.

Mendapat perlakuan itu, Firman sangat keberatan atas ucapan seorang Kepala BPKAD yang seakan menilai profesi wartawan adalah premanisme.

"Saat itu saya sangat shock, takut dan sudah pasrah. Terus terang ini mengganggu mental dan keamanan saya. Dalam perihal ini saya akan mengambil langkah hukum," tegasnya.

Sementara, Ketua Umum Komunitas Masyarakat Silampari (KANTI), Sancik, ikut berkomentar atas apa yang dialami Firman. Ia menyayangkan atas sikap oknum Kepala BPKAD Kota Lubuklinggau terhadap wartawan.

"Terkesan Koboy. Seharusnya perilaku buruk seperti itu bisa dihindari. Negeri ini kan dikenal dengan masyarakatnya yang santun dengan adat ketimuran yang dipegang teguh, namun oknum itu memperlihatkan sifat arogansi," ungkapnya.

Ia berujar, atas nama solidaritas akan mengadakan aksi di Pemkot Lubuklinggau.

"Stop aksi koboy yang diperlihatkan oknum pejabat di ruang publik. Dan mendesak Walikota Lubuklinggau agar copot oknum Kepala BPKAD Kota Lubuklinggau dari jabatannya," tegasnya.

Sementara itu, Kapala BPKAD, Zulpikar, saat dikonfirmasi manyatakan itu hanya salah paham saja.

(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama