IWO PALI Gelar Aksi Damai, 'Jadi Wartawan Itu Berat'


PALI - Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) PALI menggelar aksi damai dari Jalan Pelopor Handayani Mulya hingga ke Simpang Lima Talang Ubi, dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Internasional, Kamis (12/05).

Pada aksi yang mengusung tema 'Jurnalisme Dibawah Kepungan Digital' itu, Ketua PD IWO PALI, Efran, mengingatkan kualitas kemerdekaan pers harus ditingkatkan, kemerdekaan pers bukanlah untuk untuk kepentingan pers itu sendiri, melainkan juga untuk demokrasi, kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara, Kasat Intelkam, AKP Adi Sapril, mengatakan untuk membangun Indonesia dan di wilayah hukum polres PALI, juga menciptakan Kamtibmas, pers perlu perlindungan dan kesejahteraan.

"Pers perlu perlindungan dan kesejahteraan, bisa-bisa tidak ada yang meliput berita (jika tidak ada perlindungan dan kesejahteraan)," ungkapnya.

Ditempat sama, Pembina IWO PALI, Hengky Yohanes, menyampaikan terimakasih kepada Kepolisian, TNI dan Satpol PP karena telah mengamankan jalannya aksi.

Lanjut Hengky, aksi damai tersebut dilakukan untuk kebebasan pers, pers bekerja untuk netizen dan masyarakat.

"Perlu diketahui, untuk menjadi profesi wartawan itu berat, bukan tanpa resiko, karena tidak banyak orang yang mau menjadi wartawan," tutupnya.

(Snt)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama